Home > Kelontong > Sejarah Lampu Bangjo/Traffic Light.

Sejarah Lampu Bangjo/Traffic Light.

Pada tahun 1923, Garret Morgan memiliki hak paten atas lampu bangjonya. Tapi benarkah ia penemu pertama yang juga dikenal secara luas sampai saat ini?

Lampu bangjo atau Traffic Light yang pertama terpasang di perempatan jalan Parlemen London pada tahun 1868. Awal mula penggunanya dikhususkan bagi lalu lintas kuda dan gerobak. “Lampu” traffic light pada saat itu mungkin lebih tepat disebut lentera. Ya, karena memang lentera dan bukan lampu listrik.

Traffic Lantern (maap kasih nama seenaknya, hehee…) generasi nenek moyang masih menggunakan dua warna, yaitu merah dan hijau. Merah berarti “berhenti” dan hijau berarti “hati-hati.” Di bawahnya ada tuas yang
bisa diputar untuk mengatur pergantian warna nenek moyang bangjo ini, tentu saja masih secara manual dan menggunakan tenaga gas.

Tragisnya, nenek moyang bangjo tersebut ternyata meminta tumbal. Simbah bangjo meledak hingga seorang polisi harus dilarikan ke rumah sakit untuj dioperasi. Padahal baru sekitar satu bulan lebih sedikit saja traffic light itu beroperasi. Setelah peristiwa itu, para insinyur per-bangjo-an sepertinya telah mengambil cuti panjang mereka hingga abad ke-20. Mungkin karena mereka kapok.

Sampai akhirnya Henry Ford berkata bahwa saat itu sudah mulai banyak mobil yang menggunakan jalan, sehingga kehadiran lampu bangjo dirasa semakin diperlukan. Lalu para penemu (Mungkin termasuk Lang Ling Lung,hehe..) mulai mencoba merancang lampu lalu lintas baru. Pada tahun 1918 dan 1919 Paten Amerika Serikat mencatatkan dua penemuan traffic light yang berbeda. James Hoge dari Ohio adalah penemu pertama bangjo listrik. Tapi masih dua warna, yaitu merah dan hijau dan bentuknya-pun masih aneh.

Polisi William L. Potts dari Detroit, Michigan, merasa bahwa ia ingin membuat sesuatu untuk membantu mengatasi masalah lalu-lintas yang disebabkan oleh semakin banyaknya mobil. Ide itu datang dari sinyal perkeretaapian. Hingga akhirnya ia kembangkan menjadi merah, kuning, dan lampu hijau. Penemuan William Potts ternyata sangat sukses. Traffic Light-nya sudah mulai menggantikan polisi yang biasa mengatur lalu lintas di sudut Avenue Woodward dan Michigan pada tahun 1920. Dalam setahun dari hari pertama beroperasinya bangjo Potts, sudah ada lebih dari selusin lampu lalu lintas di Detroit.

Potts’ Traffic Light

 

William Potts

Sayangnya Potts yang budiman ini tidak mematenkan penemuannya. Sehingga hak paten milik Garret Morgan pada tahun 1923 dibeli oleh General Electric (GE) yang kemudian mulai membangun dan memasaran lampu lalu lintas untuk pasar nasional.

Garret Morgan

Waktu berjalan dan bangjo-pun semakin canggih. Teknologi mengiringi perjalanan bangjo ini. Sistem interkoneksi, remote control, dan akhirnya pengotomatisan.

Meskipun William Potts tampaknya tak setenar Garret Morgan, tapi sebenarnya ialah penemu lampu lampu bangjo yang menjadi bagian penting dalam kehidupan kita.

inilah bangjo generasi pertama-tama.

Bandingkan dengan ini

 

Atau dengan yang ini. ^_^;

 

(ez) yang-ini.blogspot.com

sources:

http://www.ideafinder.com

http://www.suite101.com

wikipedia

About these ads
Categories: Kelontong
  1. ez
    November 1, 2010 at 4:39 am

    waduh, script-nya rada error ni masangnya. Ga pa pa yaa…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: